Jika Anda tertarik membuat visual sinematik yang memikat penonton dan menyampaikan cerita yang kuat, Anda berada di tempat yang tepat.
Dalam blog ini, kami akan membahas secara mendalam seni menyusun prompt yang dapat memaksimalkan potensi AI Creator Studio. Mulai dari menguasai sudut kamera dan jenis pengambilan gambar hingga memilih color grading dan pencahayaan yang tepat, kami akan memberikan tips untuk membuat gambar AI sinematik yang mengesankan.
Bersiaplah untuk belajar, bereksperimen, dan mengekspresikan kreativitas Anda seperti tidak pernah sebelumnya!
Potensi Gambar AI Sinematik
Gambar AI Sinematik menawarkan peluang tak terbatas bagi kreator di berbagai bidang. Mulai dari meningkatkan unggahan media sosial hingga membuat materi pemasaran yang menarik. Selain itu, dengan memanfaatkan foto sinematik realistis yang dihasilkan AI, kita dapat mengeksplorasi animasi, menghasilkan film pendek dinamis, trailer sinematik, dan film.
Singkatnya, gambar AI sinematik memungkinkan kita membuat visual yang menarik dan menghidupkan ide dengan cara yang luar biasa!
1. Sudut Kamera dan Jenis Pengambilan Gambar
Sudut tempat sebuah adegan diambil memiliki kekuatan yang besar. Ini adalah dirigen sunyi yang mengatur emosi dan mengarahkan pandangan penonton melalui alur cerita visual.
Close-Up Shot:
Mari mulai dengan close-up shot, alat yang andal untuk menunjukkan keintiman dan detail. Dengan lensa terfokus tepat pada wajah subjek, setiap kontur dan ekspresi diperbesar, menarik penonton masuk ke ruang terdalam emosi karakter. Ini adalah pilihan sempurna untuk menggambarkan emosi yang kuat dan menangkap detail yang realistis.
Low-Angle Shot:
Selanjutnya ada low-angle shot, teknik yang memancarkan kesan wibawa dan dominasi. Dengan memposisikan kamera di bawah subjek dan memiringkannya ke atas, kita meninggikan sosoknya; menempatkan subjek sebagai figur menjulang dengan latar adegan di belakangnya. Ini adalah perspektif yang menuntut perhatian dan rasa hormat, memberi karakter aura kekuatan dan kehadiran.
High-Angle Shot:
Sebaliknya, high-angle shot menawarkan perspektif berbeda, yang menonjolkan kerentanan dan kerapuhan. Dengan menempatkan kamera di atas subjek dan memiringkannya ke bawah, kita mengurangi kehadiran mereka, membuat mereka tampak kecil dan rapuh. Ini adalah sudut yang menyentuh dan membangkitkan empati serta rasa iba, mengundang penonton untuk terhubung dengan karakter di tingkat yang lebih dalam.
Wide-Angle Shot:
Terakhir, ada wide-angle shot, panorama luas yang mencakup seluruh panggung. Dengan cakupan yang lebar, sudut ini mengundang kita menjelajahi detail lingkungan yang rumit, membawa kita tenggelam dalam kekayaan detail latarnya.
TIP: Jelajahi berbagai sudut kamera termasuk ground-level shot, extreme close-up, bird's-eye view, shot dari belakang, aerial shot, extreme long shot, over-the-shoulder shot, Dutch angle, handheld shot, dan lainnya.
2. Color Grading
Color grading, seni memanipulasi warna untuk membangkitkan emosi dan suasana tertentu, adalah pilar utama dalam storytelling visual. Ini adalah sentuhan akhir yang mengangkat sebuah adegan dari sekadar gambar menjadi karya sinematik.
Cool Tone Grading:
Cool tone grading, dengan nuansa biru dan abu-abu, memberikan kesan tenang dan serius pada narasi visual. Ini adalah palet perenungan, mengajak penonton larut dalam momen-momen introspeksi dan refleksi.
Warm Tone Grading:
Color grading dengan warm tone berarti menyesuaikan warna dalam gambar untuk menciptakan suasana hangat dan mengundang. Ini sering dilakukan dengan meningkatkan warna merah, oranye, dan kuning sekaligus sedikit mengurangi biru dan hijau. Efeknya dapat membangkitkan rasa hangat, nostalgia, atau keakraban, bergantung pada konteks dan suasana yang diinginkan.
Black and White:
Bagi yang mencari estetika klasik dan tak lekang waktu, hitam-putih grading adalah pilihan yang tepat! Tanpa warna, gambar mendapatkan keanggunan monokrom yang mengingatkan kita pada era keemasan sinema dan fotografi. Ini adalah bahasa visual yang melampaui waktu, memberi nuansa nostalgia dan kesan berkelas pada adegan.
Nuansa Vintage:
Nuansa vintage, dengan warna lembut dan kesan pudar, membangkitkan rasa nostalgia. Gunakan foto bernuansa sepia atau gaya retro tahun 80-an. Grading vintage menambah lapisan keaslian dan daya tarik pada adegan, menangkap esensi dari era yang telah berlalu.
Opsi lain mencakup grading warna pastel, grading warna cerah, grading warna vibrant, grading warna neon, grading warna duotone, dll.
3. Pencahayaan
Pencahayaan sangat penting dalam film dan fotografi, karena menentukan bagaimana subjek dan adegan dipersepsikan oleh penonton. Pencahayaan yang direncanakan dengan baik meningkatkan detail dan tekstur sekaligus membentuk suasana dan atmosfer dalam satu frame.
Untuk mulai sederhana, coba berbagai waktu dalam sehari, dari pagi hingga siang, matahari terbenam hingga malam hari. Salah satu kata kunci siang hari terbaik yang bisa dicoba adalah golden hour - dianggap sebagai waktu terbaik untuk mengambil foto karena cahaya lembut dan hangat yang memberi gambar Anda efek kilau keemasan.
Eksperimen dengan berbagai kondisi cuaca untuk menyesuaikan pencahayaan. Beralihlah antara cuaca cerah, berawan, atau berkabut. Gunakan istilah 'natural lighting' sebagai kata kunci efektif untuk menambah sentuhan sinar matahari pada gambar Anda.
Bermainlah dengan penempatan sumber cahaya di area yang berbeda. Backlighting melibatkan penempatan sumber cahaya tepat di belakang subjek Anda, menonjolkan mereka sambil meredupkan area sekitarnya. Teknik ini sering menghasilkan garis bercahaya di tepi subjek, yang dikenal sebagai efek halo.
Pencahayaan siluet juga menempatkan cahaya di belakang dan menghilangkan semua sumber cahaya dari depan, sehingga Anda hanya mendapatkan sosok gelap dengan garis terang di sekitar siluet.
Untuk potret realistis, gunakan frasa 'shadows on the face.' Ini adalah salah satu estetika fotografi yang terasa cukup stylish, mengundang pemikiran, dan personal.
Singkatnya, ada banyak sekali gaya pencahayaan berbeda yang bisa dicoba, jadi jangan ragu bereksperimen untuk melihat hasil yang Anda dapatkan. Anda akan mendapatkan efek pencahayaan terbaik dengan menggabungkan beberapa kata kunci!
Sekarang, mari bahas cara menambahkan sentuhan gaya pada gambar Anda melalui styling.
4. Menata Gaya Gambar Anda
Setelah Anda menentukan subjek utama dan dasar-dasarnya, saatnya menambahkan lebih banyak gaya pada gambar Anda. Anda dapat memberi dampak langsung dengan membuat prompt untuk berbagai genre film. Beberapa yang umum termasuk horor, fantasi, sci-fi, indie, atau Western.
Menambahkan nama sutradara terkenal juga dapat memberikan lapisan gaya tambahan!
Sebagai contoh, Wes Anderson dikenal dengan palet warna pastel dan estetika film retro:
Menggunakan frasa seperti 'cyberpunk' atau 'neon punk' setelah kata kunci gaya adalah trik lain yang bisa digunakan:
TIPS PROFESIONAL: Dapatkan hasil yang lebih mengesankan lagi dengan memilih 'Cyberpunk' sebagai gaya seni, yang tersedia secara eksklusif dengan langganan PRO!
Ini hanya beberapa contoh dasar, silakan berkreasi dengan prompt Anda!
5. Jenis Kamera, Lensa, Film
Aspek lain yang perlu dipertimbangkan untuk gambar realistis adalah jenis kamera, lensa, dan film yang digunakan. Elemen-elemen ini dapat membuat perbedaan besar pada tingkat realisme gambar Anda. Sebagai contoh, menggunakan kamera Polaroid dapat memberi gambar Anda kesan dekat dan membumi. Atau bereksperimen dengan kamera sekali pakai untuk sentuhan nostalgia.
Untuk lensa kamera dan film stock, menambahkan frasa seperti '35mm' atau '55mm' di akhir prompt dapat membantu menghasilkan gambar dengan tampilan fotografi yang realistis.
Untuk film stock, merek seperti Kodak Portra, Fuji film, atau Lomography dapat menambahkan nuansa sinematik pada gambar Anda. Bereksperimen dengan berbagai merek dan jenis dapat menghasilkan karya yang unik dan memikat.
TIPS PROFESIONAL: Di Prompt Editor di bawah "Film selection", Anda dapat dengan mudah memilih berbagai opsi seperti Kodachrome, camera obscure, double exposure, black and white, Polaroid scan, dan lainnya. Bereksperimen dengan pengaturan ini dapat menghasilkan karya yang unik dan memikat!
Struktur Prompt
Membuat prompt untuk gambar sinematik dan realistis membutuhkan pertimbangan cermat terhadap berbagai elemen. Prompt yang disusun dengan baik dapat sangat memengaruhi hasil gambar Anda.
Berikut template yang dapat Anda gunakan untuk menyusun prompt:
Cinematic still of [Subject] in [Setting], [Camera angle], [Lighting], [Style], [Movie Genre], [Color Grading], [Cinematic effect]
Dalam template ini, Anda dapat mengisi bagian kosong dengan detail spesifik yang relevan dengan gambar yang Anda inginkan. Selalu pertimbangkan elemen seperti subjek, sudut kamera, color grading, pencahayaan, genre, gaya, dan jenis kamera untuk membuat prompt yang komprehensif.
Template tambahan yang dapat dipertimbangkan:
[Type of scene] [Lighting style] [Mood/Genre] [Detailed scene description] [Main elements in the scene] [Color palette] in the style of [film] directed by [director]
TIP: Sederhanakan alur kerja Anda! Cukup salin dan tempel template ini ke ChatGPT untuk menghasilkan prompt dalam hitungan detik!
Rasio Aspek Sinematik
Secara default, AI Creator Studio menghasilkan gambar persegi dengan rasio aspek 1:1. Format ini cocok untuk berbagai platform dan postingan media sosial. Namun, jika Anda menginginkan tampilan yang lebih sinematik, pertimbangkan untuk menggunakan rasio aspek 16:9. Rasio ini umum digunakan untuk monitor atau layar TV, sehingga memberikan kanvas yang lebih lebar untuk gambar Anda.
Selain itu, Anda juga dapat memilih rasio aspek 21:9, juga dikenal sebagai ultra-wide atau widescreen. Rasio aspek ini menawarkan bidang pandang yang lebih luas, ideal untuk membuat visual yang imersif dan sinematik. Rasio ini sering digunakan dalam produksi film dan gim untuk meningkatkan pengalaman menonton.
Kesimpulan
Dengan memahami dasar-dasar sudut kamera, color grading, pencahayaan, dan styling, buatlah gambar yang membangkitkan emosi, menceritakan kisah, dan membawa penonton ke dunia baru.
Dengan kekuatan AI Creator Studio Img2Go di ujung jari Anda, kemungkinan terbuka luas. Jadi, bereksperimenlah, jelajahi, dan dorong batas kreativitas. Baik Anda mengincar estetika klasik hitam-putih atau nuansa siberpunk futuristik, kuncinya adalah menyusun prompt yang memicu imajinasi dan menginspirasi kekaguman.
Jadi, lanjutkan, lepaskan kreativitas Anda, dan wujudkan visi Anda. Selamat berkarya!